Langsung ke konten utama

REALITA PENDIDIKAN di INDONESIA


“Dulu, ketemu sama guru saja bawaannya segan. Lah sekarang? Malah dipukulin
Kalimat di atas merupakan salah satu komentar yang di post kan seseorang di salah satu  platform media sosial yang ditujukan untuk mengomentari berita pemukulan seorang guru oleh orangtua siswa yang menggemparkan saat ini. Reaksinya macam-macam ,tetapi cenderung membela guru yang diberitakan itu dan menyalahkan siswa dan orangtua siswa yang terlibat. Sebenarnya, itu hanya salah satu kasus dari sekian kasus guru versus siswa yang menghebohkan yang terjadi di dunia pendidikan Indonesia.
Banyak dari kita berpikir, kok bisa ya seorang guru yang harusnya dihormati dan disegani malah dipukul lah, dipenjara lah hanya karena masalah sepele. Ya,(hampir) penyebab utama dalam masalah guru versus siswa adalah karena guru itu mencoba menasehati atau memberi tahu siswa, entah karena siswa itu nakal atau belum mengerjakan pekerjaan rumah. Lalu siswa yang bersangkutan mengadu kepada orangtua, dan orangtua hanya mendengarkan dari sudut pandang si anak yang kadang dilebih-lebihkan oleh si anak, sehingga terjadi misinterpretasi dan langsung mendatangi dan berkonfrontasi dengan guru yang bersangkutan. Jika dilihat lebih seksama, orangtua siswa yang bermasalah seharusnya dapat mendatangi dan menanyakan baik-baik kepada guru tersebut mengapa anak mereka dihukum. Tapi kenyataannya justru tidak.
Belum lagi siswa yang memposting foto mereka sedang merokok dengan teman-teman mereka, menggunakan pakaian yang tidak sopan, dan memperlihatkan perilaku yang tidak mencerminkan pelajar di sosial media mereka. Sekilas dilihat, tampaknya mereka tidak memiliki rasa malu. Tetapi, apa sih yang memotivasi mereka untuk melakukan perbuatan yang sudah disebutkan di atas? Motivasi mereka melakukan hal seperti itu ialah hanya untuk unjuk gigi. Generasi sekarang ialah generasi yang sangat dekat teknologi . Bisa dikatakan teknologi memberikan dampak yang luas bagi mereka, entah itu negatif atau positif. Bagi mereka yang dapat menggunakan teknologi secara baik dan benar, mereka sangat diuntungkan dengan adanya teknologi.
Teknologi dapat memajukan pendidikan dan sumber daya manusia Indonesia, para siswa dapat mencari bahkan menambah pengetahuan mereka melalui mesin pencari (yang merupakan salah satu bentuk teknologi). Teknologi juga dapat memudahkan para siswa mengerjakan tugas. Bagaimana dengan mereka yang tidak dapat menggunakan teknologi dengan baik dan benar? Mereka dengan mudah terjerumus ke dalam hal-hal yang tidak sesuai dengan nilai-nilai bangsa Indonesia. Mereka bahkan mengidolakan, bahkan mempraktekannya di kehidupan nyata mereka.
Lalu, apa yang harus kita lakukan agar generasi muda Indonesia tidak dapat terpengaruh hal-hal negatif seperti itu? Pertama-tama para generasi  harus menanamkan prinsip pada diri sendiri untuk tidak mengikuti hal-hal negatif, karena walaupun sudah ada pengawasan dari pihak-pihak lain tetapi mereka tidak memiliki prinsip seperti itu, niscaya mereka tidak akan mampu menahan gerusan badai hal-hal negatif.
 Untuk yang terakhir tapi tidak kalah penting juga ialah pengawasan  oleh pihak-pihak lain (baik orangtua maupun guru). Orangtua dapat memberikan contoh mana yang baik dan mana yang buruk terhadap siswa di rumah, begitu juga dengan guru di lingkungan sekolah. Orangtua dan guru dapat mensosialisasikan hal-hal positif pada generasi muda karena generasi muda ialah penerus bangsa Indonesia ke depannya. Siapa yang akan melanjutkan estafet mengisi kemerdekaan selain generasi muda kita sendiri?

Komentar