Langsung ke konten utama

Social Media

    Media sosial, siapa yang tidak asing mendengar kata tersebut. Hampir atau bahkan semuanya sudah mengetahui mengenai kata tersebut dan mungkin telah menggunakannya juga dalam kehidupan sehari-hari.Tetapi, ada baiknya jika kita mengetahui dulu definisi dari media sosial. 

Menurut Andreas Kaplan dan Michael Henlein, media sosial ialah "sebuah kelompok aplikasi berbasis internet yang membangun di atas dasar ideologi dan teknologi Web 2.0 , dan yang memungkinkan penciptaan dan pertukaran user-generated content."

Jika anda diberi pertanyaan "Sebutkan contoh-contoh dari media sosial", mungkin anda mengganggap pertanyaan tersebut sangat mudah. Trust me, you'll answer that question with mentioning Twitter, Facebook,Instagram, Ask.Fm,Blogspot, Tumblr, Line, Whatsapp, etc. Tak dapat dipungkiri jika media sosial turut membantu kehidupan sehari-hari kita. Mau nyari tugas? Buka blog orang saja yang sesuai kita inginkan. Mau nyari atau upload gambar hasil jepretan sendiri? Buka saja Tumblr, Facebook, atau Twitter. Media sosial juga turut serta dalam pembentukan tren fashion dan isu kesehatan. Seperti tren bibir tebal ala Kylie Jenner yang dapat kita lihat melalui akun Instagram-nya, bentuk tubuh ideal bagi wanita bak Victoria Secret Model yang dapat kita cari melalui media sosial.

Saya (mungkin anda juga) awalnya hanya menganggap media sosial sebagai alat komunikasi, tetapi lama-lama kelamaan media sosial berkembang menjadi alat pembentukan sosial. Maksud media sosail sebagai alat pembentukan sosial ialah mereka juga turut serta dalam membangun peradaban manusia modern sekarang melingkupi aspek ekonomi,kesehatan,politik, dan rasial. Hal-hal tersebut menjadikan media sosial sebagai sesuatu yang "multifungsi", tak terbatas sebagai sarana mencari tugas atau komunikasi.




Komentar